info@scf.or.id

Arsip

Totalitas dalam Pengabdian, Kader Kesehatan Ini Menjangkau Masyarakat Tak Kenal Medan dan Waktu

“Kesehatan yang baik bukanlah sesuatu yang dapat kita beli. Namun, sesuatu yang dapat menjadi tabungan yang sangat berharga.” – Anne Wilson Schaef

Kesehatan adalah aset penting bagi kehidupan. Itu sebabnya kesadaran akan kesehatan dan layanan yang menunjang benar-benar membutuhkan perhatian lebih. Semangat kader kesehatan dalam meningkatkan layanan kesehatan di Desa Bulo-Bulo dengan agenda rutin setiap bulannya, yaitu kegiatan posyandu, penyuntikan campak, pemberian vaksin, vitamin, pemberian makanan tambahan gizi pada balita, hingga pemeriksaan pada ibu hamil terus dilakukan.

Tidak hanya itu, usai kegiatan posyandu, kader pun selalu menyempatkan untuk melakukan pemeriksaan dan pemberian obat gratis pada masyarakat Desa Bulo-Bulo. Salah satu kader kesehatan mengungkapkan bahwa pelayanan di Pustu saja tak cukup untuk menjangkau upaya menyehatkan masyarakat Bulo-Bulo secara keseluruhan. Menurutnya, banyak masyarakat yang belum begitu paham arti kesehatan dan bersikap abai. Selain aktifitas masyarakat yang begitu menyita waktu, jarak tempuh rumah ke Pustu yang begitu jauh dan akses jalan yang licin, menjadi tantangan dan alasan utamanya.

Marwia, nama salah satu kader kesehatan tersebut, mengaku kerap mendapat telepon dari masyarakat untuk melakukan pelayanan–tak kenal siang dan malam–di dusun-dusun yang berjarak cukup jauh dari Pustu. Maroangin, Rumpiae, dan Dusun Labaka misalnya.

Di antara kasus-kasus yang umum Marwia dan kader kesehatan lain hadapi, misalnya ibu yang hendak bersalin dan tak lagi sempat untuk dibawa langsung ke Puskesmas, ada juga pasien dengan luka karena kecelakaan kendaraan atau kecelakaan kerja, banyak lagi. Dengan bekal ilmu yang ia miliki, bahkan sekalipun malam sudah menemui larut, jika keluarga pasien datang menjemput di Pustu, tak pernah ia menolak.

“Kasian jika pasien harus menderita karena menahan sakit dan tak segera diberi penanganan,” tuturnya dengan nada prihatin, “Apalagi kalau ibu-ibu yang hendak melahirkan. Melihat jalur yang harus dilalui, rasanya tidak tega benar. Kami yang muda dan masih sehat ini jauh lebih baik mendatangi langsung.” Marwiah melanjutkan, akan melakukan tugasnya semampu dan semaksimal mungkin sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian terhadap tanah kelahirannya tercinta.

Komen disini

Open Chat
1
Close chat
Hi! Terima kasih atas kerjasama anda. Silahkan tekan tombol start jika ingin ngobrol dengan kami :)

Start