Partisipatory Land-use Planning (PLUP) II merupakan program yang dikerjakan Bersama Konsorsium Satu Peta dalam Forest Program III (FP III). Konsorsium Satu Peta terdiri 3 Lembaga : Sulawesi Community Foundation (SCF), Relawan untuk Orang dan Alam(ROA), dan Yayasan Alumni Kehutanan Unhas (YAKU). Sedangkan Forest Program III (FP III) adalah sebuah program dibawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan dukungan dari Kementerian Ekonomi dan Pengembangan Kerjasama pemerintah Federal Jerman (BMZ) melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau/ Entwicklungsbank (KfW).

Forest program III (FP III) Sulawesi yang dilaksanakan pada lanskap Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), memiliki dimensi ruang pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Lariang dan Palu, potensi pengembangan Perhutanan Sosial, serta Cagar Biosfer Lore Lindu. Sebagai target lokasi, FP III telah menetapkan 47 desa dimana 40 desa berbatasan langsung dengan TNLL, yang tersebar pada 8 kecamatan pada dua Kabupaten (Sigi dan Poso). Perencanaan Tata Guna Lahan pada 47 desa target, merupakan salah satu output penting yang harus dicapai pada FP III. Hal tersebut dikarenakan keberhasilan program khususnya di pedesaan tidak terlepas dari ketepatan penetapan Tata Guna Lahan. Ketepatan penetapan Tata Guna Lahan ini dipengaruhi oleh tingkat penguasaan perencana terhadap potensi yang dimiliki daerah tersebut beserta aspek-aspek dinamisnya. Sehigga Perencanaan Tataguna Lahan Partisipatif/Partisipatory Landuse Planning (PLUP) merupakan aktivitas yang akan berkontribusi lansung terhadap output tersebut.

Konsorsium Satu Peta melalui kontrak tanggal 24 Mei 2019 (Contract No. SPMK.5/X-4/PSKL.2/KEU.1/5/2019) merupakan pihak yang ditunjuk untuk melaksanakan PLUP II pada 5 Kecamatan dan 25 Desa yang tersebar di Kabupaten Sigi dan Poso.

Maksud dan Tujuan

Terbangunnya perencanaan tata guna lahan secara partisipatif (Participatory Land Use Planning / PLUP) pedesaan berdasarkan penilaian secara sistematis terhadap potensi lahan (dan termasuk air). PLUP dielaborasi dalam rangka untuk memilih, mengadopsi, dan menentukan pilihan penggunaan lahan terbaik dalam ruang berdasarkan potensi dan kondisi biofisik, ekonomi dan sosial untuk meningkatkan produktivitas dan ekuitas, dan menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga PLUP dapat memenuhi prinsip-prinsip lestari, optimal, serasi dan seimbang (LOSS). Sinergisitas rencana pemanfaatan pola ruang daerah dan nasional, yang diimplementasikan pada skala mikro tata guna lahan di pedesaan, dengan pelibatan masyarakat dan para pihak yang berkepentingan

Output Kegiatan

Masyarakat dan pemerintah memiliki data, peta dan informasi yang memadai untuk memperbaiki pengelolaan lahan secara optimal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dokumen / produk yang akan dihasilkan dari pengadaan jasa konsultasi ini yaitu :

  1. Penetapan batas desa / pemetaan sumber daya. Kepastian ruang adalah landasan yang penting untuk pengelolaan sumber daya alam, komoditas pertanian, dan infrastruktur energi terbarukan yang efektif.
    Penetapan batas desa akan menghasilkan batas desa akurat yang memungkinkan administrasi desa untuk membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD).
  2. Sistem informasi geografis. Penyediaan data dalam berbagai aktivitas PLUP. Sistem ini memetakan wilayah dan batas administratif, dan membuat informasi geospasial mendasar mengenai penggunaan lahan, cakupan lahan, jaringan jalan, hidrologi, jenis lahan, dan zona ekologi

Penyerahan Peta

Hingga November Peta berukuran A0 telah didistribusikan di 25 Desa, ada 2 jenis peta yang diberikan yaitu :
1. Peta Hasil Pemetaan dan Potensi SDA
Peta ini menggambarkan penampakan exisiting yang dihasilkan oleh foto udara resolusi tinggi, yang dioverlay hasil survey wil pengelolaan desa, survey potensi SDA.

2. Peta Rencana Tataguna Lahan Partisipatif
Peta ini menggambarkan rencana tatagunalahan partisipatif berdasarkan hasil perencanaan dan pengembangan pada setiap landusenya yang dilakukan oleh desa.

Dokumentasi serah terima peta

Komen disini