Sulawesi Community Foundation melakukan pemetaan sawit rakyat di 4 Desa di Provinsi Sulawesi Barat. Dua desa di Kabupaten Pasangkayu dan dua desa di Kabupaten Mamuju Tengah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Strengthening Palm Oil Sustainability (SPOS) in Indonesia yang terlaksana atas kerjasama antara Sulawesi Community Foundation (SCF), Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah.

Digitasi peta secara partisipatif dilakukan dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama petani sawit dan masyarakat desa. Dalam FGD dilakukan proses integrasi data spasial lahan sawit masyarakat di Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan FGD tersebut terlaksana pada Bulan Desember 2019 – Januari 2020. Data berupa citra drone diintegrasikan dengan persil lahan milik masyarakat setempat. Dari FGD ini, diharapkan agar lahan-lahan masyarakat (sawit) dapat teridentifikasi dalam bentuk Polygon.

Polygon peta lahan sawit tersebut selanjutnya menjadi acuan dalam pengusulan Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B). STD-B merupakan pendataan dan pendaftaran pekebun dengan luasan kurang dari 25 ha oleh pemerintah untuk 137 komoditas perkebunan, termasuk sawit. Sebagai wujud tata kelola usaha perkebunan bagi pekebun, STD-B sangat diperlukan oleh pemerintah sebagai dasar menetapkan berbagai kebijakan usaha perkebunan bagi pekebun.

Beberapa polygon pemetaan yang telah dilakukan dapat dilihat pada link ini.

Komen disini