Sulawesi Community Foundation (SCF) bekerjasama dengan The Samdhana Institute menyalurkan bantuan kemanusiaan banjir bandang Kabupaten Luwu Utara. Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Luwu pada tanggal 13 Juli 2020 itu, menimbulkan dampak yang harus ditanggung oleh masyarakat area terdampak.

Sekitar 14 ribu masyarakat Luwu Utara harus mengungsi karena rumahnya sudah tidak layak dihuni, bahkan sudah ada yang tertimbun lumpur. Akibatnya mereka harus menginap di tenda-tenda pengungsian ataupun fasilitas umum yang masih bisa digunakan untuk bernaung.

Untuk meringankan beban korban bencana, tim relawan SCF bergerak menuju Kabupaten Luwu Utara pada tanggal 6 Agustus 2020. Setelah menempuh perjalanan selama 12 Jam, tim relawan tiba di Kawasan bencana pukul 03:00 WITA dini hari (07/08/2020). Setelah beristirahat, tim relawan SCF melanjutkan perjalanan menuju lokasi pengungsian korban bencana banjir bandang.

Setelah berkoordinasi dengan tim relawan yang telah aktif di lokasi pengungsian, di antaranya tim KNPI Luwu Timur dan Luwu Utara, tim relawan SCF berangkat ke lokasi titik pengungsian membawa bantuan.

Penyaluran bantuan oleh Sulawesi Community Foundation dan The Samdhana Institute diselenggarakan pada 7 – 10 Agustus 2020. Penyaluran bantuan dilakukan di Kawasan tenda-tenda pengungsian masyarakat korban banjir bandang. Setidaknya, bantuan dapat diterima oleh 100 Kepala Keluarga pengungsi dari Desa Meli dan Desa Radda, Kab. Luwu Utara.

Paket bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan Dewan Pembina SCF, Ir. Bachrianto Bachtiar, M.Si kepada perwakilan KNPI Sulsel dalam hal ini diwakili oleh ketua KNPI Luwu timur Hendrik Amir.

Bantuan merupakan sumbangan dari berbagai pihak yang terkumpul dari penggalangan donasi yang telah dilakukan SCF. Paket bantuan terdiri dari, bahan makanan, lampu emergency, terpal dan kompor gas. Penerima bantuan adalah pengungsi-pengungsi yang masih berada di desa yang sulit diakses oleh relawan.

Berdasarkan hasil koordinasi tim relawan SCF bersama relawan KNPI, dari 100 penerima manfaat membutuhkan bahan makanan siap saji yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka, seperti sayuran, ikan tuna kaleng, sarden, dan susu. Begitu juga dengan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan bahan bakar.

Bantuan dalam bentuk peralatan yang dibutuhkan di antaranya terpal, lampu penerangan, dan kompor untuk memasak. Penyediaan sarana sanitasi dan air bersih juga menjadi kendala bagi masyarakat di area pengungsian. Oleh karena itu, bantuan dari para pihak masih sangat dibutuhkan untuk meringankan beban para korban bencana banjir bandang.

Komen disini