Scf.or.id, Kendari – Untuk menjawab tantangan kapasitas teknis dalam pengelolaan data kehutanan berbasis spasial, Sulawesi Cipta Forum (SCF) berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Pelatihan WebGIS SIANOA REDD+. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Aula Bappeda Sultra ini secara khusus ditujukan bagi perwakilan teknis dari ketiga lembaga tersebut.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi praktis dalam mengoperasikan WebGIS SIANOA REDD+, sebuah platform Sub-National Forest Monitoring System (Sub-NFMS) berbasis open-source yang dikembangkan untuk Sulawesi Tenggara. Sistem ini mengintegrasikan data spasial dari SIMONTANA (Sistem Monitoring Hutan Nasional) dengan kemampuan analisis lokal untuk mendeteksi perubahan tutupan lahan dan memberikan peringatan dini terhadap ancaman degradasi hutan.

Praktik Pembuatan Peta
Kepala Bidang Ekonomi dan SDA Bappeda Sultra, LM. Umul Zaman, ST., M.Si., menegaskan pentingnya pelatihan ini. “Platform ini merupakan tulang punggung untuk mendukung akuntabilitas dan perencanaan berbasis data di sektor kehutanan. Peningkatan kapasitas SDM daerah adalah prasyarat mutlak agar sistem ini dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Materi pelatihan yang disampaikan oleh pemateri Bapak Tasbh meliputi pengenalan fitur utama WebGIS Sianoa REDD+, seperti halaman peta interaktif, menu informasi publik, dan dashboard admin untuk pengelolaan data spasial (Shapefile/SHP). Diskusi yang dipandu oleh moderator juga mengangkat sejumlah masukan penting, antara lain kebutuhan akan data agregat tingkat provinsi, tampilan grafik perkembangan emisi, serta kejelasan sumber data yang digunakan.

Pengenalan fitur utama WebGIS Sianoa REDD+
Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi hambatan teknis dan memastikan WebGIS SIANOA REDD+ dapat beroperasi secara optimal sebagai sistem pemantauan hutan dan karbon yang handal di tingkat daerah. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen bersama dalam mendukung Proyek RBP REDD+ GCF Output 2, yang didanai oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, dan BPDLH dengan SCF sebagai lembaga perantara pelaksana, untuk mewujudkan tata kelola hutan yang transparan, berbasis data, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Penulis: Waode Mar’atun Sholiha










