Manajemen

SCF BOARD

DEWAN PEMBINA

Ir. Bachrianto Bachtiar M.Si | Koordinator

Akademisi, aktivis, dan politisi yang lahir di Jakarta pada tanggal 2 Mei 1965. Semasa menjadi mahasiswa, ia aktif sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam. Ia menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana di Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin pada tahun 1998, dan meraih gelar magister dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1995.
Pada tahun 2022, ia dilantik sebagai Tim Ahli TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) Gubernur Sulawesi Selatan yang membidangi Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Ia pernah memimpin Pusat Kajian dan Studi Wilayah Perairan (PKSWiP) di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin pada tahun 2022-.

Sitti Nurlaili Djenaan, MA. | Anggota

Ia menempuh pendidikan master di bidang Pembangunan Berkelanjutan di Brandeis University, Amerika Serikat, pada tahun 2011 melalui beasiswa The Ford Foundation International Fellowship Program (IFP).
Keterlibatannya sebagai aktivis dalam isu anti kekerasan terhadap perempuan dimulai sejak menyelesaikan kuliahnya di IKIP Manado pada tahun 1993. Ia mendirikan Yayasan Swara Parangpuan Sulawesi Utara, sebuah organisasi yang berfokus pada perjuangan hak-hak Perempuan pada tahun 1998.
Dia juga turut mendirikan Yayasan Forhati Manado, dan aktif di Jaringan Perempuan Peduli HAM (JPP-HAM) Sulawesi Utara. Aktivis kelahiran tahun 1966 ini pernah menjadi peserta dalam the Sixth Assembly World Movement for Democracy di Jakarta pada tahun 2010. Karena dedikasinya di sektor pemberdayaan perempuan, pada tahun 2005 ia dinominasikan sebagai salah satu dari 1.000 pemimpin perempuan di seluruh dunia yang berasal dari Indonesia.

Dr. Ir. Anas Nikoyan, M.Si. | Anggota

Staf pengajar pada Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo sejak tahun 1992.  Pernah ditunjuk sebagai Senior Consultant in Social Management di PT Medco Energy & Petroleum Indonesia-Jakarta, October 2013 – April 2015.
Di sela kesibukannya sebagai akademisi dan peneliti, ia banyak terlibat pada program pengembangan pertanian, pemberdayaan masyarakat desa, dan kemandirian ekonomi pedesaan.  Pada tahun 2014, dosen kelahiran Tampo 30 Maret 1964 ini menyelesaikan studi doktoral pada Program Pascasarjana Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin.

Mahir Takaka | Anggota

Aktivis yang lahir di Seko pada tanggal 6 Agustus 1971. Dia telah berjuang bersama masyarakat adat nusantara selama lebih dari 20 tahun. Salah satu peran pentingnya adalah ketika ia terpilih menjadi Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMAN Nasional pada periode 2007-2012.
Selama masa itu, ia turut terlibat dalam berbagai inisiatif penting, termasuk Tim Penyiapan dan Pengawalan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat di DPR RI.
Mahir juga berkontribusi dalam Tim Judicial Review terkait UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan ia menjadi Anggota Pokja Nasional Perhutanan Sosial di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Selain itu, keaktifannya dalam membangun beberapa organisasi non-pemerintah (NGO) seperti Yayasan Bumi Sawerigading dan Sulawesi Community Foundation juga mencerminkan komitmennya terhadap perjuangan masyarakat adat dan lingkungan. Ia memiliki pengalaman yang luas dalam advokasi dan pengembangan kebijakan terkait masyarakat adat dan lingkungan. Mahir Takaka telah menjadi salah satu tokoh penting dalam upaya perlindungan hak-hak masyarakat adat dan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
WhatsApp Image 2024-05-07 at 11.52.14

Ir. Atjo Taufik Arsa, S.Hut., M.Si | Anggota

Ia lahir di Somba pada tanggal 1 Juni 1981, akrab disapa Copi’, dan merupakan alumni Program Studi Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin tahun 2008. Semasa menjadi mahasiswa, ia aktif di berbagai organisasi, seperti FSC, HMI, Sylva Indonesia PC, Keluarga Mahasiswa Unhas, dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Hasanuddin (LEMA-UNHAS). Pada tahun 2012, ia melanjutkan studi S2 di bidang Administrasi Publik Universitas Tadulako. Kemudian, ia menyelesaikan Program Pascasarjana Profesi Insinyur di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2020. Saat ini, ia memilih berkarir sebagai ASN di Pemerintah Provinsi Sulbar. Sebelumnya, ia aktif di berbagai NGO seperti Jaringan Kerja NGO Sumberdaya Alam Sulbar (JANGKAR SULBAR), Simpul Pengelolaan Sumberdaya Alam Sulawesi (PULSA Celebes), Lembaga Pitu Pembolongan, Koalisi Ornop Untuk Hutan Sulsel (KONSTAN), dan Yayasan Konservasi Daerah Aliran Sungai (KEDASI).

Sebagai seorang yang berpengalaman di bidang Kebijakan Kehutanan, ia meraih penghargaan Pelopor Insinyur Keteknikan Kehutanan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada tahun 2021. Saat ini, ia dipercaya sebagai Kepala KPH Pasangkayu. Terakhir, dia juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2023.

DEWAN PENGAWAS

Ashar Karateng, SE., MM. | Koordinator

Sebagian besar hidupnya didedikasikan pada bidang pemberdayaan masyarakat. Ia terlibat secara aktif dalam dunia pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat sejak lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin pada tahun 1992.
Tak terhitung berapa banyak program pemberdayaan masyarakat yang telah dikerjakannya sampai saat ini. Karirnya dimulai sejak mendirikan Lembaga Mitra Lingkungan (LML) Sulawesi Selatan bersama rekan-rekannya pada tahun 1992.
Ia mengikuti berbagai pelatihan, workshop, dan seminar baik nasional maupun internasional, di antaranya pada tahun 2007 menjadi peserta “Capacity Development Program Seminar” yang diselenggarakan oleh JICA HQ di Tokyo, Jepang, serta pada tahun 2016 mengikuti “Training-Workshop on Meta-Facilitation” yang diselenggarakan oleh SOMNeed Nepal Office di Kathmandu, Nepal.
Saat ini, ia aktif di COMMIT, sebuah NGO yang berbasis di Makassar. Ide, gagasan, pengalaman, dan pengetahuannya mengenai pemberdayaan masyarakat ia tuangkan dalam beberapa buku, salah satunya adalah buku berjudul “Synergy in the Circle of the Three Lakes: Strands of Stories and Testimony of Para PT Vale Indonesia Social Program Actors” yang terbit pada tahun 2020.

Rostanto S | Anggota

Lahir pada tanggal 1 November 1974 di Solo, Jawa Tengah, ia memulai studi sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo pada tahun 1993. Sejak tahun 2009 hingga sekarang, ia menjadi anggota Indonesian Ecolabelling Institute (LEI), dan selama periode 2010-2014, ia menjabat sebagai Dewan Nasional di Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM). Setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi pada tahun 1999, ia aktif bekerja dan beraktivitas di sektor kehutanan. Pada periode 2019-2022, ia dipercaya sebagai Program Manager untuk Strengthening Palm Oil Sustainability in Indonesia (SPOSI) oleh KEHATI. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Program Senior Officer di CSE Indonesia oleh The Forest Trust (TFT) Indonesia pada tahun 2018-2019.

STRUKTUR PENGURUS

Dr. Arham S.P, M.Sc | Direktur

Menjabat sebagai CEO SCF sejak tahun 2015 hingga sekarang, Ia meraih Doktor Ilmu Pertanian di Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin pada Juli 2024 dengan disertasi berjudul “Kapasitas Adaptif Petani Kopi Terhadap Perubahan Iklim Berbasis Lanskap Desa”.  Ia lahir di Makassar pada tanggal 16 Maret 1982. Arham meraih gelar sarjana dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin pada tahun 2007. Gelar masternya diperoleh di Jepang pada tahun 2012 di Ryukoku University dengan fokus kajian pada Regional Development for Poverty Reduction. Setelah kembali dari studi Master di Jepang pada tahun 2013, Arham, yang pernah menjabat sebagai Presiden BEM UNHAS pada periode 2006-2007, didapuk menjadi project manager sebuah program yang diinisiasi oleh Ford Foundation, yaitu Program Partnership. Selama kurun 10 tahun terakhir, Arham terlibat dalam berbagai proyek penelitian, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan lingkungan, pertanian, dan perubahan iklim.

Sekretaris, SDM, Logistik, dan MEAL

Muliadi Makmur S.Hut., M.Hut | Sekretaris 

Saat ini menjabat sebagai Deputi Sekretaris SCF. Ia lulus dari Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin pada tahun 2012, kemudian melanjutkan studi magister, juga pada Jurusan Kehutanan hingga tahun 2019. Dilahirkan di Pangkep pada tanggal 22 Mei 1990, Muliadi menghabiskan masa kecilnya di Kabupaten Pangkep dan masa remajanya sebagian besar di Barru. Saat berkuliah, pria yang akrab dipanggil Mul ini aktif di beberapa lembaga untuk mengembangkan kemampuannya berorganisasi. Pada tahun 2010-2011, ia menjadi Wakil Ketua BEM Kehutanan (PC) Unhas Sylva Indonesia. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Anggota Biro Khusus Belantara Kreatif Unhas. Dalam dunia pendampingan, Muliadi menapaki karier mulai dari fasilitator lapangan pada tahun 2012 dalam Program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) hingga dipercaya menjadi project manager beberapa program, diantaranya Program Peduli “Sipakatau Sipakalebbi” di Kabupaten Barru & Kabupaten Bulukumba, serta Forest Investment Program (FIP-II) KPH Dolago Tanggunung, Provinsi Sulawesi Tengah.

Sairuddin Bae, S.A.P | Anggota 

Saat ini sedang berjuang menyelesaikan studi magisternya di Program Studi Pengelolaan Lingkungan Hidup Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Ia lahir di Masaloka pada tanggal 1 Mei 1995. Pendidikan sarjananya ia selesaikan di Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Aktif berorganisasi sejak duduk di bangku sekolah menengah atas di SMAN 1 Mawasangka, kesenangannya berorganisasi berlanjut saat kuliah dengan aktif di Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi (HUMANIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Ia pernah ditunjuk sebagai Dewan Penasehat Organisasi (DPO) HUMANIS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Selepas menyelesaikan kuliah, ia terlibat dalam sejumlah studi dan survei baik sebagai enumerator maupun supervisor riset. Salah satunya, ia menjadi supervisor Sulawesi Community Foundation (SCF) untuk Pendataan Sawit Berkelanjutan di Kabupaten Mamuju Tengah dan Pasangkayu tahun 2019.

Eldayanti | Anggota

Lahir dan dibesarkan di Kahayya, sebuah desa di kaki Gunung Lompobattang, ia telah mengenal SCF sejak masih duduk di bangku SMA. Saat itu, SCF aktif melakukan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di desanya. Bakatnya dalam berorganisasi sudah terlihat sejak masa remaja, dia aktif di OSIS dan Pramuka SMK Syekh Muh. Ja’far. Perempuan yang lahir pada tanggal 7 Mei 1996 ini berhasil meraih gelar sarjana Teknik Informatika dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar pada tahun 2021. Setelah itu, dia bekerja CV Afila Media Karya Makassar pada tahun 2022, kemudian menjabat sebagai sekretaris di Koperasi Mitra Insan Sejahtera Makassar. Pada tahun yang sama, yaitu 2022, dia resmi bergabung dengan SCF sebagai staf administrasi.

Annisa Larasati Alifa Putri, S.Hut | Anggota

Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Minat Perencanaan dan Sistem Informasi Kehutanan (PSIK) tahun 2020. Laras, begitu ia disapa, lahir di Ujung Pandang 2 Januari 1998. Pernah menjadi Fasilitator Lapangan Program Protecting Children in MARS Wrigley’s Indonesia Cocoa Supply Chain di Kec. Tomoni, Luwu Timur – Sulawesi Community Foundation (SCF) dengan Save the Children dan PT MARS) pada 2021-2022. Keahliannya di bidang sistem informasi geografis diaplikasikan saat bekerja sebagai Tenaga GIS pada Program Pemetaan dan Pendataan Sawit Rakyat di Kab. Mamuju Tengah dan Pasangkayu, Sulawesi Barat – Sulawesi Community Foundation (SCF) dengan SPOS-KEHATI) pada 2020-2021. Saat ini bekerja penuh sebagai staf MEAL di SCF. 

Bendahara dan Administrasi

Suryana Siang Russeng | Bendahara

Lahir 28 Januari 1971, saat ini dipercaya menduduki posisi Treasurer SCF. Ia mengenyam pendidikan sarjana (S1) pada Jurusan Perikanan Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang keuangan terutama pengembangan rencana keuangan program, pelaporan keuangan program, dan pengelolaan aset. Keahliannya ini diperoleh secara otodidak melalui keterlibatan pada beberapa proyek sebagai manajer keuangan program antara lain: Shared Learning Program on CBFM Practices and Capacity Building for Stakeholder in Regional Sulawesi, PULSA – DFID; Program Encourages Renewal of Forest Resource Management to Improve Community Empowerment, Sustainability of Natural Resources and Environment of Sulawesi, Partnership – SCF; Monitoring Evaluation and Financial Reporting Training, Kemitraan – SCF.

Hasmawati Masidung | Anggota

Lahir 4 April 1980, memiliki segudang pengalaman bekerja di bidang administrasi dan keuangan sejak 20 tahun yang lalu. Ia menempuh pendidikan Jurusan Akuntansi di Universitas 45 Makassar. Karirnya dimulai pada tahun 2004 saat bekerja sebagai staf administrasi dan keuangan di PT Bumi Aman Lestari Makassar. Lalu berkarier sebagai staf administrasi dan keuangan selama 5 tahun di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Makassar pada 2004 hingga 2009. Selepas bekerja di AMAN, ia menjadi Finance Assistant Lembaga Studi Kebijakan Publik (LKSP) Makassar selama setahun. Pada tahun 2009, ia pindah ke Gorontalo dan bekerja sebagai Staf Akuntan di PT Gorontalo Fitrah Mandiri.  Alumni Jurusan Akuntansi SMK Bajiminasa Makassar ini bergabung dengan SCF sejak 2013.

Khaerunnisa Muhiro Bachtiar | Anggota

Ica, begitu ia dipanggil, diterima sebagai mahasiswa pada Program Studi Psikologi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin pada tahun 2012 dan berhasil meraih gelar Sarjana Psikologi (S.Psi) pada tahun 2019. Perempuan yang senang bermain basket ini lahir pada tanggal 8 Juni 1995. Ica pernah menjabat sebagai Officer MEAL (Monitoring, Evaluation, Accountability, and Learning) pada Program Protecting Children in Mars Wrigley’s Indonesia Cocoa Supply Chain pada tahun 2021, sebuah kerjasama antara Save the Children dan SCF.

Amaliah Kartika, S.Hut | Anggota

Perempuan yang lahir di Cenrana pada tanggal 28 November 1998 ini menyelesaikan gelar Sarjana Kehutanan di Universitas Hasanuddin pada tahun 2020. Mulai bergabung dengan SCF sejak tahun 2022, ia terlibat dalam Program “TRACE (Tackling Rumors Against Covid-19 through Community Engagement)” kerjasama Sulawesi Community Foundation (SCF) – Save The Children Indonesia (STC) dan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) sebagai admin kabupaten dan fasilitator AoC (Agent of Change) pada tahun 2022-2023. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi admin lapangan untuk program “Feasibility Study Heart of Wallacea” yang diselenggarakan oleh Sulawesi Community Foundation (SCF) – PT. Gaia Eko Daya Buana pada tahun 2023.

Pengembangan Komunitas, Kemitraan, dan Inovasi

Zaenal, S.P | Koordinator

Panggilannya Enal, aktif sebagai edukator pada sebuah komunitas jejaring pekebun urban, Akademi Berkebun (Akber) Makassar, sejak tahun 2014 hingga sekarang. Sarjana pertanian kelahiran Luwu ini pernah bekerja di beberapa perusahaan, antara lain PT Supin Raya, PT Biogene Plantation, PT Kreasi Cipta Konsultan, dan terakhir sebagai Manager Agronomic PT Farmer Cocoa Lampung pada tahun 2019-2020. Selain bekerja sebagai karyawan di perusahaan, Enal juga memiliki banyak pengalaman bekerja pada NGO, di antaranya sebagai Supervisor Program Desa Bangkit Sejahtera, Hadji Kalla Foundation; Manager Assistant Program Reboisasi, MCC USA-MCA Indonesia – Proyek Green Prosperity-Kalla Foundation-EQSI PROJECT; Project Officer di Expedition Pinisi Bakti Nusa; dan Agronom Specialist di MediaQita Foundation. Pada tahun 2024, dia dipercaya oleh SCF sebagai Manager Community Development, Partnership, and Innovation.

Muhammad Mubarak Aziz Malinggi, S.Kel | Anggota

Lahir di Makale pada tanggal 26 September 1986, ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin di Makassar pada tahun 2011. Dia terlibat dalam beberapa ekspedisi riset, seperti Ekspedisi Cengkeh Layar Nusa Yogyakarta 2013 dan Ekspedisi Jalur Rempah 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia pernah bekerja di PT Rakata Solusi, sebuah perusahaan konsultan pengembangan pariwisata alam selama 6 tahun di Jakarta. Pada Maret 2023, ia diundang oleh Cité du design – École supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne (ESADSE) di Prancis untuk menggagas Program Design Kolektif antara Institut Francais Indonesie (IFI) – ESADSE – Riwanua. Ia juga pernah menerima penghargaan Subroto Award dalam kategori lomba foto “Energi Berkeadilan” dari Kementerian ESDM pada tahun 2017. Selain itu, ia menjadi partisipan dalam beberapa pameran seni seperti Bom Benang Makassar 2013, Jakarta Biennale 2015, dan Milano Design Week 2023. Dia juga menjadi delegasi dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2023 yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. Saat ini, ia banyak bergiat di Riwanua, sebuah inisiatif kebudayaan yang berbasis di Makassar.

Muliyadi, S.Sos | Anggota

Ia lahir pada saat perayaan Hari Sumpah Pemuda pada tahun 1988. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di Bulukumba. Pada tahun 2006, Adi diterima sebagai mahasiswa Jurusan Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Selama menjadi mahasiswa, Adi aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan seperti Kemasos FISIP Unhas, BEM FISIP Unhas, dan HMI Cabang Makassar Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 2012, ia banyak terlibat dalam proyek penelitian di Sulawesi Selatan, antara lain: Studi sistem manajemen sosial lingkungan (ESMS) pada proyek MCA-Indonesia di Mamuju, kerjasama antara PPLH Universitas Hasanuddin dan Yayasan Karampuang; Studi Model Usaha Sawit Rakyat Berbasis Desa: Studi Kasus Desa Benggaulu, Bulubonggu, Sukamaju, dan Lara di Provinsi Sulawesi Barat, dalam kerjasama antara SCF dan Kehati; serta Studi Pemetaan Potensi Wilayah Kelola Masyarakat di Areal Kerja Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) Kalaena, Luwu Timur, dalam kerjasama antara SCF dan Ford Foundation.

Sutrisno Absar, S.A.P, M.A.P | Anggota

Lahir di Lawawoi pada tanggal 19 Desember 1992, dia biasa dipanggil Nono. Pada tahun 2019, Nono meraih gelar magisternya di bidang Administrasi dan Kebijakan Publik dari Universitas Hasanuddin. Dia memiliki pengalaman yang luas dalam pengelolaan proyek dan sering menjabat sebagai project officer serta team leader saat bekerja di bidang pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, Nono juga seorang peneliti, salah satu jurnalnya yang berjudul “Avoiding Mistakes in Drone Usage in Participatory Mapping: Methodological Considerations during the Pandemic” pernah diterbitkan di Forest and Society pada tahun 2022. Dengan pengalaman terlibat dalam puluhan proyek pendampingan dan penelitian selama lebih dari satu dekade, Nono kini dipercaya sebagai staf di Divisi Pengembangan Komunitas, Kemitraan, dan Inovasi SCF.

Muhammad Sultan | Anggota

Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Maros yang lahir pada tanggal 15 Oktober 1994 ini memiliki banyak pengalaman dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Salah satu program yang sedang ia kerjakan adalah Program Estungkara, yang memfokuskan pada akses layanan dasar, partisipasi dalam pembangunan, serta penguatan ekonomi bagi masyarakat adat, perempuan, anak, dan disabilitas. Pada tahun 2022, Sultan dipercaya sebagai Program Manajer untuk Wallaceae II di Pulau Sabalana, sebuah kerjasama antara SCF dan Burung Indonesia. Dua tahun sebelumnya, ia menjadi Fasilitator Program SPOS di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dalam kerjasama antara KEHATI dan SCF.

Namira Arsa, S.Pt., M.Hum.  | Anggota

Lahir di Mamuju 22 September 1993. Ia menamatkan studi strata satu di Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin pada tahun 2015. Sembilan tahun kemudian, pada Juli 2024, Ia mendapatkan gelar Magister Humaniora di Program Studi Gender dan Pembangunan Universitas Hasanuddin dengan tesis berjudul “Dinamika Peran Gender Dalam Pengelolaan Lahan Kopi Skema Hutan Kemasyarakatan: Studi Kasus Petani Kopi di Kahayya, Bulukumba, Sulawesi Selatan”. Perempuan ini aktif terlibat dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sulawesi Community Foundation. Pada tahun 2019, Namira menjadi Gender Leader dari Indonesia melalui program WAVES atau Weaving Leadership for Gender Equality yang diinisiasi oleh RECOFTC. Ia mengikuti pelatihan di Bangkok melalui Program WAVES, yang lebih memperkuat kapasitas Namira di bidang advokasi kesetaraan gender. Selain itu, Namira pernah menjabat sebagai Program Manajer pada program Protecting Children in Mars Wrigley’s Indonesia Cocoa Supply Chain tahun 2022 hingga 2024. Malang melintang bekerja di isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak membuatnya dipercaya sebagai  Program Manajer untuk GrowHer Cocoa Program di Kabupaten Luwu Timur (kerjasama antara Save the Children dan SCF) sejak tahun 2023 hingga sekarang.

Ahsan Setiawan | Anggota

Lahir di Marioriawa, Kabupaten Soppeng, pada tanggal 11 Januari 1993. Ia mulai aktif bekerja di NGO setelah menyelesaikan studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Makassar pada tahun 2016.
Sejak Januari 2023, ia menjadi Koordinator Fasilitator Program Desa Inklusi Kabupaten Enrekang, sebuah program kerjasama antara Kemitraan Partnership – Kementerian Desa dan PDT- SCF di Kabupaten Enrekang.
Sebelumnya, ia telah bekerja selama 3 tahun di Yayasan Payo-payo sebagai enumerator, fasilitator, dan peneliti. Ia juga pernah mengabdikan diri selama 2 tahun sebagai fasilitator di sebuah lembaga non-pemerintah di Kabupaten Bulukumba, yaitu Kareso Institute.

Pengelolaan Sumber Daya Alam

Maskur, S.Hut., M.Hut | Koordinator

Menjabat sebagai Manager Natural Resource Management and Climate Change di SCF sejak tahun 2024, Maskur, seorang pria yang lahir di Pattirodeceng pada 3 Agustus 1987, telah malang melintang di dunia kehutanan dalam satu dekade belakangan.
Ia lulus sarjana dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin pada tahun 2011, lalu menyelesaikan studi magisternya pada Program Studi Konsentrasi Kehutanan di Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin pada tahun 2015.
Bergabung dengan SCF sejak tahun 2018 melalui Program Konsorsium Berdaya Hijau-MCAI (Millennium Challenge Account-Indonesia) sebagai Anggota Tim Asistensi Tata Kelola Kayu Hutan Rakyat. Berbagai proyek kehutanan dan lingkungan telah dikerjakannya, dan banyak posisi yang telah dilakoninya.
Terakhir, ia dipilih menjadi Program Manager (Team Leader) Feasibility Study for Developing and Validating about CCB Standards, The Heart of Wallacea.
Selain di bidang kehutanan, keahliannya sebagai Pilot Drone membuatnya dipercaya sebagai salah satu instruktur Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI). Pada tahun 2021, Maskur diamanahkan sebagai Ketua APDI Regional Sulawesi Selatan hingga saat ini.

Ahmad Paska Linus, S.Hut | Anggota

Ia sempat menjadi salesman di sebuah perusahaan penyedia TV satelit setelah menyelesaikan gelar sarjana di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin pada tahun 2015. Lalu, ia bergabung dengan SCF pada tahun 2016.
Ia memiliki banyak pengalaman sebagai fasilitator lapangan di berbagai program. Selama 2 tahun, ia menjadi Fasilitator Program Protecting Children in Mars Wrigley’s Indonesia Cocoa Supply Chain pada tahun 2021-2022, sebuah kerjasama antara Save the Children dan SCF.

Ismail Al Jamily | Anggota

Ia meraih gelar Sarjana Administrasi Negara di Universitas Hasanuddin pada tahun 2019, kemudian melanjutkan pendidikan magister pada bidang yang sama  pada tahun 2021. Ia lahir 10 Juli 1995 di Balabatu, Kabupaten Luwu. Alumni MAN 2 Model Makassar ini, bergabung dengan SCF tak lama setelah ia meraih gelar sarjana. Selama 5 tahun di SCF, Mail banyak mengerjakan aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan dan analisis data. Selain itu, Ia juga seorang pilot drone yang pernah mengerjakan program Pemetaan Area Perhutanan Sosial di Latimojong.

Abdul Malik Madjid | Anggota

Pada pertengahan tahun 2019, ia pernah menjadi Konsultan Pengajar di salah satu perusahaan rintisan di bidang pendidikan selama 6 bulan. Pria yang lahir pada tanggal 4 Desember 1994 ini merupakan alumni Program Studi Agrobisnis Perikanan FIKP Universitas Hasanuddin pada tahun 2018. Setelah bekerja sebagai konsultan pengajar, ia bergabung dengan SCF. Ia langsung dipercaya sebagai Supervisor pada Program SPOS fase II, sebuah kerjasama antara KEHATI dan SCF, di penghujung tahun 2019. Kemudian, pada bulan Agustus 2022, Malik ditunjuk sebagai Fasilitator Kabupaten Enrekang untuk Program VACCINE, sebuah kerjasama antara AIHSP, Save the Children, dan SCF.

Achmad Rizaldin | Anggota

Lahir di Gowa, 5 Agustus 1996, Ia menamatkan pendidikan sarjana di Jurusan Administrasi Negara FISIP Universitas Hasanuddin pada tahun 2019. Ia pernah terlibat dalam beberapa survei kebijakan publik sebelum bergabung dengan SCF pada tahun 2021. Ia ditunjuk sebagai Program Officer pada Program SPOS, lalu menjadi Technical Assistant Internal Control pada tahun 2022 di program yang sama.

Zhaumi Ramadhani Irwan | Anggota

Pada tahun 2017, ia mengikuti perkemahan kehutanan (Forestry Camp) di Negeri Jiran Malaysia. Dua tahun kemudian, ia pergi ke Fukuoka, Jepang, untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata Internasional. Perempuan yang lahir pada tanggal 26 Desember 1998 ini meraih gelar sarjana kehutanan pada bulan Maret 2021. Pengalaman kerja pertamanya adalah Asisten Lapangan dalam Proyek Penelitian Habitat dan Populasi Kelelawar Gua di Tiga Gua, Maros, Sulawesi Selatan (2021). Ia bergabung dengan SCF pada tahun 2023 melalui Program VACCINE, sebuah program peningkatan cakupan vaksin COVID-19 yang merupakan kerjasama antara AIHSP, Save the Children, dan SCF.

Skip to content